Selasa, 10 April 2012

Mengupas "Si Kembar" Avanza-Xenia Nan Fenomenal

Kabin yang lebih luas disertai pengembangan lain pada sektor kaki-kaki dan mesin, menjadi nilai penting All New Avanza-Xenia sebagai kendaraan favorit keluarga Indonesia.
Jika pada tulisan sebelumnya (bisa dibaca di sini)CarMall.Com membahas tentang perubahan yang terjadi pada eksterior, selanjutnya kami akan membicarakan apa yang dilakukan PT. Toyota Astra Motor dan PT. Astra Daihatsu Motor terhadap interior dan mesin All New Avanza-Xenia.

Sedikit mengulas tampilan All New Avanza-Xenia secara keseluruhan. Generasi terbaru low MPV kembar ini memiliki dimensi yang lebih besar dengan penambahan panjang bodi 20 mm dan lebar 25 mm. secara total, dimensi All New Avanza-Xenia kini menjadi 4.120 x 1.635 x 1.695 mm (P x L x T) dengan wheelbase 2.655 mm.

Ubahan utama pada kabin

Penambahan dimensi yang dilakukan pada diri All New Avanza-Xenia berpengaruh besar terhadap kelegaan kabin. PT.Astra Daihatsu Motor selaku produsen Avanza-Xenia memberikan perubahan baru terutama pada kursi baris kedua dan ketiga. Kursi baris kedua kini mengaplikasi sliding seat yang masing-masing bisa digerakkan maju-mundur sejauh 60 mm dengan menarik satu tuas saja.

Sementara itu, kursi baris ketiga dengan model separate seat juga sudah dilengkapi dengan head rest dan sepasang safety belt. Jarak antara punggung kursi belakang dengan pintu bagasi pun bertambah sebanyak 40 mm. Artinya, pemilik low MPV ini bisa menambah barang bawaan karena bagasi yang dibuat lebih lebar. Pemberian console box yang diletakkan di beberapa bagian juga memudahkan pengemudi ataupun penumpang untuk menyimpan barang lainnya
agar mudah dijangkau.

Kesan luas saat berada di dalam kabin All New Avanza-Xenia makin terasa karena keduanya memiliki desain interior two tone. Faktor lain yang membuat kabin terasa lega adalah berkat kaca samping yang dibuat lebih lebar.

Tak hanya lapang, kendaraan favorit keluarga Indonesia ini juga menyajikan penyegaran lain meliputi upper air vent yang memberikan sirkulasi udara maksimal bagi semua penumpang. Sementara untuk beberapa tipe All New Xenia (X dan R) serta semua model Avanza, pihak Daihatsu melengkapi kabin belakangnya dengan AC Double Blower yang sudah menyatu dengan plafon.

Selain itu, sebagai penunjang kenyamanan selama berkendara juga didukung oleh pilihan perangkat hiburan single DIN untuk varian terendah dan double DIN dengan penambahan kontrol audio bagi All New Avanza-Xenia kasta tertinggi.


Racik ulang suspensi

Gejala limbung yang biasa terdapat pada kendaraan jenis low MPV seperti Avanza-Xenia menjadi sebuah kenyataan umum. Namun, pada generasi terbaru ini kekurangan tersebut rasanya mampu diredam oleh keduanya. Meski tetap menggunakan perangkat suspensi serupa seperti McPherson Struts (depan) dan Multi-link (belakang), pihak pabrikan rupanya melakukan pengaturan ulang sistem kekerasan per serta peredam kejut agar stabilitas kendaraan lebih baik.

Pada sektor dapur pacu, All New Avanza-Xenia masih menggunakan mesin yang sama dengan generasi terdahulunya. All New Avanza tetap menawarkan dua pilihan mesin, yaitu K3-VE 1.300 cc ( tipe E & G) bertransmisi otomatis dan manual serta mesin 3SZ-VE 1.500 cc (tipe G) yang hanya tersedia dalam transmisi manual. Sementara All New Xenia "bermain" di segmen yang lebih kecil melalui mesin EJ-VE DOHC VVT-i 1.000 cc (D &M) bertransmisi manual dan mesin K3-VE DOHC VVT-i 1.300 cc yang tersedia untuk model X (M/T), R (M/T) dan R (A/T).

Walau begitu, All New Avanza-Xenia diklaim mengalami peningkatan efisiensi bahan bakar yang lebih baik. Beberapa pengembangan yang dilakukan meliputi pemasangan EPS (Electric Power Steering) dan mengurangi putaran mesin saat idle hingga 50 rpm.

Rasanya pengembangan pada sektor kaki-kaki yang memberikan penyempurnaan stabilitas, serta perbaikan pada sektor mesin inilah yang membuat All New Avanza-Xenia begitu dinantikan dan diminati oleh keluarga Indonesia. Kenyataan tersebut pun harus dihadapi dengan bijak, baik oleh PT. TAM atau PT. ADM karena membanjirnya pesanan All New Avanza-Xenia yang melebihi kapasitas produksi mereka.

Lebih aman meski tanpa Airbag dan ABS ?

Meski All New Avanza-Xenia masih belum menyematkan fitur keselamatan seperti airbag dan ABS, namun beberapa fitur keselamatan yang bersifat antisipasi sudah diaplikasikan oleh pihak produsen. Contohnya adalah teknologi GOA Body pada Avanza dan TAF Body untuk Xenia, berfungsi menyerap getaran lebih saat terjadi tabarakan atau kecelakaan. Sebagai catatan, hanya All New Avanza Veloz saja yang mennggunakan perangkat ABS.

Bahkan Direktur Marketing PT. ADM , Amelia Tjandra mengatakan kedua fitur tersebut belum terlalu diperlukan untuk kondisi jalan raya di Indonesia. "Namun semua semua standar keamanan global yang wajib diterapkan pada kedua kendaraan ini sudah diterapkan dan teruji dengan baik," kata Amelia. Sementara Direktur Marketing PT.TAM menambahkan akan tetap fokus pada keselamatan mobil disamping memperhatikan sektor kenyamannya.

Ketua YPLI : Microsoft Anti-Piracy sah-sah saja

Microsot menetapkan tanggal 21 Oktober sebagai Hari Anti Pembajakan Dunia. Langkah nyata ini diikuti dengan peluncuran perangkat software Anti-Piracy untuk menghentikan pembajakan yang merajalela. Oleh Ketua Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI), Rusmanto hal itu dianggap wajar dan sah-sah saja.

"Wajar saja mereka melakukan hal itu. Mereka tentu ingin meraih keuntungan sebesar-besarnya, apalagi mengingat selama ini perangkat software yang mereka jual selalu dibajak, sehingga perusahaan ini menderita kerugian sangat besar," ujar Rusmanto saat dihubungi Okezone melalui telepon selulernya, Jumat (24/10/2008).

Bahkan Rusmanto melihat hal ini bukanlah bentuk ketakutan yang dialami oleh Microsoft. Baginya, dimanapun, kekayaan intelektual harus dijaga, terlebih jika itu merugikan materi yang tidak sedikit. Apalagi, perusahaan asal Amerika tersebut tengah menargetkan peningkatan penjualan.

Namun, ia menekankan bahwa software Microsoft ini tidak seharusnya dibawa ke Indonesia. Pasalnya, saat ini perusahaan di Indonesia masih berusaha bangkit dari keterpurukan dan merupakan hal yang lumrah jika software bajakan masih menjadi primadona bagi mereka.

"Di negara kita, harga software Microsoft asli bisa merugikan perusahaan. Bagi sebuah perusahaan, tentu lebih baik jika dana yang mereka gunakan untuk membiayai operasional yang lain, seperti SDM dan lainnya," ungkap pria yang dinobatkan sebagai Bapak Linux Indonesia ini.

Lebih lanjut dirinya menekankan pentingnya Open Source bagi kemajuan teknologi komputer di Indonesia. Untuk itu ia menyarankan agar Microsoft mau menerapkan teknologi Open Source di piranti lunaknya.

"Open Source sangat cocok untuk Indonesia. Apalagi mengingat keadaan perusahaan Indonesia yang mengkedepankan peningkatan kualitas SDM," tandasnya.